satulelaki.com -
Kapankah seseorang bisa diberi antibiotika? Pertanyaan seperti
itu memang perlu dikaji karena ternyata pemberian resep
antibiotika kepada pasien itu banyak dilakukan.
Musim pilek dan
influenza di Amerika Serikat membuat orang yang menelan
antibiotika dan yang memakai jaket tebal berjumlah sama
banyaknya. Bedanya, jaket lebih berguna.
"Antibiotika
hanya manjur untuk bakteria. Pilek dan influenza disebabkan
virus," ujar Kim Massie, manajer farmasi daerah untuk
United Healthcare.
Ini tidak berarti
bahwa antibiotika tidak berguna dalam mengatasi misteri musim
dingin. Bakteri bisa menimbulkan berbagai infeksi, terutama
dalam kuping anak-anak. Antibiotika juga berguna bagi kaum
manula yang terkena pilek dan influenza, atau bagi pasien
jantung kronis, asma dan diabetis yang juga lebih rentan
terhadap infeksi sekunder.
Tapi, penelitian
menunjukkan bahwa antibiotika digunakan secara berlebihan.
Disamping hanya berupa pemborosan uang, antibiotika yang tak
berguna bisa menimbulkan gejala baru, melemahkan daya tahan
seseorang terhadap infeksi bakteri di masa mendatang dan memicu
perkembangbiakan galur super yang tidak bisa diobati.
Hampir setengah
dari 145 juta resep untuk antibiotika yang diberikan diluar
rumah sakit secara medis bisa dibenarkan, demikian kesimpulan
peneliti National Academy of Science dalam salah satu
penelitiannya pada 1997. Dalam pemungutan suara Gallup yang
melibatkan 1.000 orang dewasa, tujuh dari 10 menyatakan bahwa
mereka mendapat antibiotika untuk mengobati flu mereka.
Meski publisitas
yang makin gencar tentang antibiotika dan virus, Massie
mengatakan bahwa tahun lalu pelanggan United menggunakan 11%
lebih banyak antibiotika daripada pas 1998, tanpa memperlihatkan
bukti adanya infeksi bakteri. Pada puncak musim flu tahun lalu
yang berkecamuk dari tanggal 1 sampai 15 Maret, peningkatan ini
melonjak hingga 33%.
Saat orang pergi
mengunjungi dokter, kata Massie, mereka ingin mendapat lebih
dari sekedar nasihat untuk banyak beristirahat dan meminum air.
"Mereka
tidak mau mendengar nasihat yang sudah mereka tahu dari nenek
mereka," kata Dr. Norman Schneiderman, direktur medis di
pusat gawat darurat dan trauma Rumah Sakit Miami Valley. Dokter
akhirnya mengalah dan memberi resep. Mereka seharusnya
mengemukakan keberatan mereka atas pemberian obat itu, lanjut
dia.[satumed]