free hosting   image hosting   hosting reseller   online album   e-shop   famous people 
Free Website Templates
Free Installer

Subscribe to Yuppies Indonesia

Hosted by
  eGroups.com







Aborsi Terus Menghantui Langkahku

satuwanita.com - Layaknya orang yang baru lulus kuliah dengan nilai yang sangat memuaskan, aku bersemangat mencari pekerjaan. Aku berharap nantinya bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dengan penghasilan yang cukup, keinginan tersebut selalu berputar-putar di kepalaku.

Namun setelah ijasah aku terima dan puluhan surat lamaran aku layangkan ke perusahaan-perusahaan, tak ada satupun yang merespon lamaranku. Bayangan mudahnya mencari pekerjaan dengan ijazah sarjana ternyata hanya menjadi angan-angan belaka. Hampir enam bulan aku menganggur di kota pelajar Yogyakarta. Karena alasan keuangan, akhirnya aku pindah ke kota K dan tinggal bersama nenek dan Om Wahyu pamanku.

Hari terus berlalu, sejak tinggal di sana aku selalu mendapat perlakuan manja dari Om Wahyu. Mungkin karena saat itu Om Wahyu merasa kesepian karena anak dan istrinya tinggal di Jakarta. Kami memang sangat akrab, terkadang hari-hari kami habiskan dengan berdiskusi atau jalan-jalan ke tempat hiburan.

Tapi aku sama sekali tidak menyangka jika perhatian dan kedekatan yang terjadi diantara kami ternyata diartikan lain oleh Om Wahyu. Entah berawal dari mana, tapi yang jelas Om Wahyu sudah berani merangkul dan menciumku. Awalnya aku menganggap perlakuan Om Wahyu itu perwujudan rasa sayang seorang Om pada ponakannya. Namun pada akhirnya Om Wahyu menutarakan juga rasa cintanya padaku.

Ibarat menyimpan bangkai, toh baunya akan tercium juga, itu yang terjadi. Hubungan kami akhirnya diketahui oleh Tante Rena. Ia sangat marah besar pada saya dan stress menghadapi suaminya. Karena tidak ingin terlibat masalah lagi dengan Om Wahyu, akhinya aku memutuskan untuk tinggal dengan keluarga dari ibuku di kota S. Aku benar-benar sangat terpukul atas perlakuan Tante Rena yang menuduhkan macam-macam. Setelah aku menetap bersama keluarga dari ibuku, tak lama kemudian aku mendapat panggilan kerja. Walaupun hanya sebagai penjaga toko asesoris mobil, aku tetap menerima tawaran itu.

Singkat cerita, setelah beberapa bulan bekerja, aku berkenalan dengan salah satu pelanggan tetapku yang bernama Anton. Iya pria yang tampan dan baik, bahkan sejak pertama kenal Anton mengaku dirinya masih bujangan. Dari sering menelpon hingga mengajak makan malam bersama, lama kelamaan hubungan kami bertambah menjadi akrab.

Hingga suatu malam ketika kami habis jalan-jalan hingga larut malam, Anton mengajakku mampir ke sebuah hotel. Saat itu aku mengira Anton akan mengajak makan malam di hotel tersebut. Tapi aku semakin heran ketika dia malah memesan kamar, bodohnya aku sama sekali tidak menolak bahkan mengikuti saja apa kemauannya. Setibanya di kamar hotel, Anton langsung merayu agar aku mau melayani nafsunya.

Belum juga aku berbicara, Anton sudah merangkul dan menyerangku dengan ciuman. Aku benar-benar merasa risih dan mulai berontak, tapi karena kebodohan dan kepolosan yang aku miliki, akhirnya malam itu keperawananku diranggut olehnya. Setelah peristiwa itu, aku hanya bisa menangis dan terdiam hingga pagi hari.

Anehnya sejak kejadian itu, aku makin sering diajak Antoh ke hotel tersebut untuk sekedar berhubungan intim. Bodohnya aku tak pernah sekalipun menolak, aku hanya pasrah karena saya yakin dia akan bertanggung jawab jika sesuatu terjadi dalam diriku. Bahkan saat itu aku sering membayangkan sebuah perkawinan dan keluarga yang bahagia dengan anak-anak yang lucu bersama dengan Anton.

Hubungan kami terus berlanjut, hingga suatu saat Anton tak kelihatan lagi batang hidungnya. Karena kawatir ia sedang sakit, aku mendatangi tempat kost-kostannya, namun Anton juga tidak tidak ada ditempat. Aku baru mengetahu ketika pembantu rumah itu, mengatakan kalau Anton sedang pulang ke rumah istrinya. Aku benar-benar terperanjat dan tidak percaya dengan keterangan tersebut.

Segera hari itu juga aku mendatangi teman Anton yang pernah dikenalkan padaku. Sesak rasanya nafas ini ketika mendengar kalau Anton memang telah memiliki istri. Bahkan ia telah mempunyai seorang anak laki-laki. Meski saat itu hatiku sangat bergemuruh, aku tetap berusaha untuk menenangkan diri. Kesok harinya, aku bertemu dengan Anton. Putus harapanku ketika mendengar pengakuannya kalau ia akan tetap mementingakan keluarganya. Tanpa berpikir banyak lagi, aku segera menelpon keluargaku dan memesan tiket untuk pulang ke rumah orang tuaku.

Setelah beberapa waktu, tanpa kusadari haid yang selama ini aku tunggu-tunggu ternyata tidak datang. Pikiranku semakin kacau, apalagi setelah melakukan periksa ke laboratorium aku dinyatakan telah positif hamil. Pembaca, saat itu aku tidak tau lagi apa yang harus aku lakukan.

Aku berusaha untuk menghibingi Aanton dan meminta pertanggung jawabannya. Tapi apa yang aku terima, tanpa perasaan bersalah ia malah menyuruh agar aku menggugurkan kandunganku. Karena sedang dalam kekalutan, akhirnya aku pasrah dan mengikuti kemauan Anton. Dengan berbekal uang Rp 5 juta dari anton, aku menemui seorang dokter kandungan di kota itu untuk menggugurkan kandunganku. Setelah selesai menggugurkan, aku kembali pulang ke kota kelahiranku dan berusaha untuk melupakan kenangan buruku bersama Anton.

Kini aku telah bekerja disebuah perusahaan besar dan berpengahasilan cukup lumayan. Tiga tahun lalu aku telah menikah dengan rekan kerjaku. Perkawinan kamu cukup bahagia apalagi setelah Tuhan memberikan aku seorang anak perempuan yang lucu. Kendati begitu, aku tetap saja dihantui rasa bersalah. Rupanya naluri kewanitaanku belum dapat menghapus rasa bersalah terhadap aborsi yang pernah aku lakukan.

Meski suamiku sering bertanya tentang kerasahan yang aku rasakan, namun aku tetap berjanji tidak akan membicarakan masa laluku lagi.... biar semua menjadi mimpi burukku saja.

(Seperti yang diceritakan Biva kepada satuwanita.com)


Maitenence: LIKU2LAKI2.COM ©
1999 - 2002
All Rights Reserved


INDONESIAKRETEKSHOP.COM, a cheapest cigarette e-shop in Indonesia




Send flowers ?

beli buku
amazon